15 Agustus 2026
Siswa-siswi SD Negeri Ulujami 06 Pagi kembali menunjukkan aksi nyata dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan sekolah. Baru-baru ini, para peserta didik diajak untuk terjun langsung mempraktikkan cara pembuatan pupuk kompos, sebuah langkah nyata untuk mengolah sampah organik menjadi produk yang bermanfaat. Dalam potret kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah tersebut, tampak para siswa dengan antusias bergotong royong mengolah bahan kompos. Mengenakan seragam olahraga dan sarung tangan plastik untuk menjaga kebersihan, mereka dengan cekatan memilah, meremas, dan menyaring campuran tanah organik menggunakan jaring kawat.
Beberapa siswa lain bersiap dengan ember penampung untuk mengumpulkan hasil saringan pupuk yang sudah diolah. Senyum dan semangat kerja sama terlihat jelas dari raut wajah para siswa, menjadikan pembelajaran di luar kelas ini terasa sangat menyenangkan. Kepala SD Negeri Ulujami 06 Pagi, Ibu Wiwien Savithri Maharanti, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan praktik ini sangat selaras dengan visi sekolah, yakni mewujudkan peserta didik yang unggul, kreatif, berprestasi, dan berbudaya lingkungan.
"Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari misi sekolah kami. Kami ingin menanamkan kebiasaan memilah sampah sejak dini hingga menjadi budaya sekolah, serta mengembangkan keterampilan anak-anak dalam mengelola sampah menjadi produk baru yang berdaya guna," jelas beliau. Lebih lanjut, pupuk kompos hasil karya para siswa ini tidak akan dibiarkan begitu saja.
Pupuk tersebut nantinya akan diaplikasikan langsung untuk menyuburkan tanaman-tanaman di area sekolah, sekaligus mendukung kegiatan *urban farming* yang juga menjadi salah satu fokus pelestarian lingkungan di SDN Ulujami 06 Pagi. Praktik pembuatan pupuk ini juga merupakan bagian terintegrasi dari program unggulan sekolah, yaitu Pilah Pilih dan Pengolahan Sampah.
Melalui pendekatan pembelajaran yang menantang dan komunikatif ini, sekolah berharap peserta didik tidak hanya sekadar mengerti teori IPA atau lingkungan, tetapi benar-benar menumbuhkan rasa kepedulian sosial dan lingkungan yang tinggi. Aksi kecil merawat bumi yang dimulai dari halaman sekolah ini diharapkan kelak menjadi kebiasaan positif yang dibawa anak-anak hingga mereka dewasa.